Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Kepemimpinan Kristen

 


Dasar Teologis Kepemimpinan Kristen

Modal seorang pemimpin adalah ia mendapat visi dari Tuhan (Maz. 139), yaitu pemimpin yang telah dipersiapkan Tuhan dengan satu sikap mendasar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.  Bagian ini akan lebih dijelaskan seperti berikut :




Pengertian Kepemimpinan Kristen


Kepemimpinan Kristen memiliki keunikannya sendiri dibandingkan dengan pengertian kepemimpinan pada umumnya di dunia sekuler.  Kamus Umum Bahasa Indonesia mengartikan kepemimpinan adalah menuntun dan melatih orang lain supaya akhirnya mereka dapat mengerjakan sendiri. 

Kepemimpinan ditekankan Warren Bennis bergantung pada seorang agen yang mempengaruhi tingkah laku bawahannya. Sedangkan Ordway Tead menekankan kepemimpinan berhasil bila orang lain mau bekerja sama. George R. Terry juga menjelaskan kepemimpinan berhasil bila menghasilkan orang lain mau berusaha mencapai tujuan. Gibson, Ivancevich, dan Donnely menjelaskan kepemimpinan diwujudkan lewat proses komunikasi. Sedangkan John Haggai mengartikan kepemimpinan itu tidak terlepas dari disiplin yang disengaja untuk mempengaruhi suatu kelompok bagi kemajuan untuk mencapai suatu tujuan yang menguntungkan secara timbal balik. 

Jelas berbeda dengan pengertian kepemimpinan Kristen. Kepemimpinan Kristen adalah suatu proses terencana yang dinamis dalam konteks pelayanan Kristen yang menyangkut faktor waktu, tempat, dan situasi khusus yang di dalamnya ada campur tangan Allah, Ia memanggil bagi diri-Nya seorang pemimpin (dengan kapasitas penuh) untuk memimpin umat-Nya (Dalam pengelompokan diri sebagai suatu institusi/organisasi) guna mencapai tujuan Allah (yang membawa keuntungan bagi pemimpin, bawahan dan lingkungan hidup) bagi dan melalui umat-Nya, untuk kejayaan kerajaan-Nya. Kepemimpinan Kristen menurut Ted W. Engstrom dan Edward R. Dayton ialah kepemimpinan yang dimotivasi oleh kasih dan disediakan khusus untuk melayani. Sedangkan Stephen Tong mengartikan kepemimpinan Kristen adalah orang yang dizaman ini sudah melihat situasi di zaman yang akan datang seperti yang ditetapkan oleh Tuhan. 

Melalui pemahaman ini, maka ada enam bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kepemimpinan Kristen, yaitu :

1. Kepemimpinan Kristen adalah proses terencana dan dinamis dengan presuposisi utama bahwa Allah yang berinisiatif  dalam campur tangan-Nya.

2. Kepemimpinan Kristen memiliki konteks pelayanan (waktu, tempat, situasi khusus dalam konteks hidup yang berbeda dan bernilai lebih).

3. Kepemimpinan Kristen memiliki presuposisi anugerah khusus dari Allah yang memilih dan menentukan kapasitas pemimpin itu sendiri sehingga dapat diterapkan sebagai pemimpin dalam semua kategori pelayanan bagi Allah.

4. Dalam kepemimpinan Kristen, umat Allah menjadi orang yang dipimpin sekaligus terlibat dalam pengerjaan pelayanan yang dipercayakan.

5. Dalam kepemimpinan Kristen, tujuan Allah adalah dasar utama programnya.

6. Kerajaan Allah adalah tujuan utama bagi eksistensi tujuan hidup umat-Nya. 


Panggilan Sebagai Pemimpin Kristen


Kepemimpinan adalah suatu konsep yang sama dipakai oleh gereja maupun dunia. Namun hal ini tidak boleh diasumsikan bahwa pemahaman orang Kristen dan pemahaman dunia mengenai konsep itu identik.Juga tidak boleh kita anut model-model manajemen sekular tanpa menelitinya dahulu secara seksama sesuai atau tidak dengan Kekristenan. Sebab Yesus mengajarkan suatu gaya kepemimpinan yang berbeda dan baru, yang belum pernah ada sebelumnya (Mark. 10:42-45). 

Kepemimpinan Kristen didasarkan atas premis utama bahwa Allah di dalam kehendak-Nya yang berdaulat telah menetapkan serta memilih pemimpin Kristen untuk tugas pelayanan memimpin . Allah memanggil seseorang yang dikehendaki-Nya menjadi pemimpin dan Ia mengembangkan pemimpin tersebut kepada kapasitas penuh untuk memimpin.  Berikut ini kapasitas dasariah yang harus dimiliki Pemimpin Kristen :

1. Seorang Pemimpin Kristen adalah telah ditebus oleh Allah dan punya keyakinan bahwa ia terpanggil oleh Allah untuk tanggung jawab memimpin dengan menyadari adanya kapasitas khusus baginya (Kej. 12, Kel. 2-7, 18, Rom. 12:8). 

2. Memiliki karakter Kristus, memiliki pengetahuan yang komprehensif, memiliki tanggung jawab yang tinggi dan selalu punya sasaran hidup yang memotivasi. 

3. Memahami bahwa ia terpanggil sebagai pelayan hamba (Mark. 10:42-45). Membina hubungan dengan orang yang dipimpin (Mark. 3:13-19; Matius l0:1-4; Lukas 6:12-16), mengutamakan pengabdian (Luk. 17:7-10). 



Posting Komentar untuk "Pengertian Kepemimpinan Kristen"