Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

UANG DAN KEJAHATAN

 TEMA:  UANG DAN KEJAHATAN
1 TIMOTIUS  6:6-10



Bpk Ibu saudra ADA ungkapan  yang berkata, ”Uang adalah raja dunia.” Ungkapan ini  menjelaskan segala sesuatu dalam hidup ini  diatur oleh Uang.  Dengan kita dapat membeli makanan dan pakaian,  serta membayar sewa atau membeli rumah. Dengan banyak uang  kita bayak teman, ketika kita sudah tidak ada uang, bisanya teman, sehabat, dan keluarga kita menjauh dari kita, Uang juga sangat kita  dibutuhkan  dalam Gereja dan  pelayanan, tentapa uang pelayan tidak akan terlasana dengan efetif, memang segala sesuatu diatur oleh Uang.namun kenapa uang menjadi sebuah serana kejahatan?
Mengapa uang menjadi serana kejahatan ?... Ada 3 kebenaran


1. SIKAP HIDUP YANG TIDAK PERNAH  CUKUP  (AYA 6-8)
Bpk/ibu/sdr. Sikap hidup yang tidak pernah cukup  akan membawa masalah dan dampak kepada kejahatan, Kata cukup disini menjuk kepada sikap hidup yang  tidak merasa puas.  Kata cukup menjelaskan tiga pengertian,1.Kondisi kehidupan yang sempurna, menujuk kepada Allah berdaulat dan sempurna  2) kondisi hidup berkecukupan,menujuk kepada orang-orang yang kaya  3) Kondisi hidup yang puas dengan berkat dari Tuhan. Kata cukup disini menjukan  Sikap hidup yang selalu puas dengan berkat Tuhan, selalu merasa cukup atau dengan kata lain hidup selalu merasa aman dalam situasi apapun, tidak kurang  namun cukup dan puas dengan pemberian Tuhan.
 Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Efesus, Kata puas bukan tertuju dengan banyak uang, atau banyak harta. Belum tentu orang bayak uang, merasa cukup dan merasa puas.  Bpk Ibu/sdr. melainkan kata puas menujuk kepada kesalehan, sebab dg yakin Allah  sumber berkat itu, akan memberkati dan memberi kecukupan.

 Pada Ayat 6  “Ibadah disertai rasa cukup membawa keuntungan besar”  Rasul Paulus berbicara sikap  kepuasan,  “kepuasan merupakan keuntungan besar bagi orang yang merasa cukup”..Jadi kesalihaan merupakan keutungan besar bagi orang Percaya dan beriman kepada Kristus yang merupakan  sumber pemberi Berkat, Paulus memperingatkan Timotius anak rohaninya tentang orang-orang yang menyesatkan di tengah-tengah  umatnya, yaitu orang yang mengajarkan ajaran atau doktrin yang berbeda dengan kebenaran firmanTuhan. ( pada ayat 3) pada (Ayat 8) ‘Asal ada makan dan pakaian cukuplah’ kata cukup mempertegas puas  dan orang selalu bersyukur, Jika seseorang hanya memiliki sedikit di dunia ini , namun cukup, dan mereka akan mampu bersyukur. Bpk/Ibu/sdr…Karena sedikit yang dimiliki orang benar lebih baik dari pada kekayaan banyak orang fasik,  (Mzm. 37:16) kita  selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Kita  di ingatkan untuk belajar “mari kita mencukupkan diri dengan segala keadaan” Marilah kita merasa cukup diri dengan rasa puas dan ucapan syukur. Kecukupan  itu sendiri adalah keuntungan besar, Menguntungkan dalam segala sesuatu,  di mana ada kecukupan  akan ada kepuasan, orang-orang selalau merasa  cukup mereka adalah orang-orang paling bahagia di dunia ini. 

2. SIKAP HIDUP SELALU INGIN MENJADI KAYA (Ayat  9)
Bapak ibu/Sd, Semua orang ingin hidup tidak kekurangan, selalu berkecukupan, dan keluarga bahagia , namun kenapa Rasul Paulus mengingatkan  Jemaat di Efesus  yang orang yang ingin menjadi kaya jatuh kedalam berbagai macam pencobaan dan kehancuran.  Keinginan, berharap, maksud dan niat. Kata ingin Menjadi kaya merupakan sebuah penegasan Niat hati.  Niat hati  kaya dan berkelimpahan, baik  harta  benda, Rasul Paulus mengingatkan  anak rohaninya Timotus jemaat yang ada di efesus supaya,  Mereka tidak berniat  mengerjar kekayaan dan berkelimpahan dunia ini,  yang akan memikat mereka, dan menjebak mereka berbalik  meningakan jalan Tuhan,  sebab mereka yang mengejar kekakayan  akan kecewa, dan celaka, mereka akan mengalami berbagai-berbagai macam cobaan, oleh sebab itu orang-orang  percaya hati-hati , Rasul  Paulus mengingatkan kepada Jemaat di efesus kekayaan akan dapat merusak sikap hidup dan cara pandang  serta panggilan dalam mengikut Kristus.  Orang percaya terjebak memiliki sikap apatis tentang panggilan Tuhan dalam dirinya.  

Mengejar kekakayaan lebih penting ketimbang Tuhan. Orang-orang demikan akan terjerat akan terikat atau terpenjara oleh Niat hati  supaya menjadi kaya,  mereka memikirkan kekayaan  sebagai sebuah panggilan mereka, dan mengusahakannya, akan menganggapnya sebagai panggilan yang menguntungkan, namun sebenarnya tidak, melainkan  hanya sebuah coba-cobaan hidup yang semata. Bpk/Ib/Sd… Karena itu bagi mereka kekayaan menjanjikan kebahagian, kertentaman,  namun sebenaran sebuah kepalsuan yang semata, hanyalah menegelamkan manusia menuju kejurang Kejahatan dan jatuhan dalam kehancuran hidupnya.  Bpk/Ib/Sd, Orang berinat menjadi kaya, tidak akan pernah  siap hidup miskin, tidak siap untuk menderita, tidak siap mengikut Tuhan. Akan mencitai kekayaan  dunia ini lebih terpenting baginya dan meninggalkan penggilannya  dalam Tuhan. Oleh sebab itu, Waspada serta berhati2lah supaya jangan harta kekakayan dapat mengubah cara padang  iman dalam  Tuhan.


3. KERANA CINTA UANG AKAR KEJAHATAN (Ayat 10)
Bpk/Ib/Sdr…Mengapa Rasul Paulus menyampaikan CINTA UANG MENJADI akar  dari Kejahatan.Kata AKAR KEJAHATAN  dari ayat ini menggunakan kata  (r`i,za  Rhiza {hrid'-zah}  Menurut analisa kata dari Alkitab Sabda,  kata Rhiza merupakan satu kata benda, penunjuk feminin tunggal yang memiliki artinya  akar. Kata rhiza juga sering diartikan sebagai suatu sumber paling umtama. Suatu  Kata Morfologi  tumbuhan,  menjelaskan fungsi akar  untuk menyerap air, mineral, dan oksigen,  serta mempertegas akar  adalah proses  bertumbuh suatu tumbuhan. Sedangkan  Kata ‘Cinta Uang’ mengunakan kata  ((filarguri,a (philarguria )Kata phylargyria merupakan satu kata benda nominative feminine singular yang memiliki arti cinta uang, dan  serakah. Kata ini mempertegas keserakahan, merupakan kata penghubung, yang memiliki arti Tindakan kejahatan keuangan.  Kata Akar ini, mempertegas  “sumber  muculnya  tunas –tunas kejahatan”, atau kata lain Pertama kali muculnya  Kejahatan itu terjadi,  dengan Menegaskan cinta uang merupakan akar dari sebuah kejahatan,. “Bukan UANG YANG JAHAT tetapi TINDAKAN ORANG TERHADAP UANG itulah Yang JAHAT”. 

 Orang yang serakah Cinta Uang , Gila Uang, inilah Yang Jahat itu, Rasul Paulus menekankan akan suatu kebiasaan yang muncul di kalangan umat-umat Allah di Efesus. Pengaruh ajaran-ajaran kekafiran sudah masuk ditengah-tengah  Jemaat, dimana muncul ajaran-ajaran ini sudah  menyimpang  dari ajaran Kristus ada berparapa pengikut Kristus yang sudah menyipang dari jalan Tuhan karena lebih mencinta UANG dan kekayaan. “Ajaran sesat tersebut adalah cinta uang dan keserakahan” Bpk/Ib/Sd….. Untuk Menangkis  ajaran tersebut, Rasul Paulus menegaskan suratnya kepada Timotius agar MEMPERINGAKAN umat-umat Allah di  Efesus, supaya mereka kuat dan setia dalam Iman, supaya mereka kuat dan tidak tergoda dengan ajaran-ajaran palsu, tentang  CINTA UANG, mereka cinta uang  akan  menjadi budaknya Uang, akan  berujung kepada keserakahan, merupakan Kejahatan dimata Tuhan .


Bpk/Ib/Sd. Cinta  uang yang sangatlah  berbahaya, bukan uang itu sendiri, melainkan Keinginan yang berlebihan akan uang bisa menyebabkan sebuah  kejahatan dimata Tuhan, Gara-Gara Uang terjadinya  perpecahan  Gereja-gereja,hancurnya pelayanan, uang menyebabkan  permusuhan  dalam keluarga dan hancurnya Persehabatan,  Rasul Paulus mengingatkan Umat Allah dengan TEGAS DANK KERAS  untuk  tidak berkeingan dgn  besar mencitai uang , karena cinta uang sebuah  keserakahan.. “Tidak memburu Uang lebih penting ketimbang Tuhan”, supaya mereka tidak menjadi budaknya , namun mereka hendeknya mereka lebih mencintai  Allah dan  menjadi hamba-Hamba Allah Yang taat dan  setia..Bpk/Ib/Sd..  Mencari uang untuk membiayai kehidupan ini bukanlah suatu yang salah, Memiliki uang itu bukanlah dosa. Yang menjadi masalah adalah  menjadi hamba Uang dan kekayaan , apabila kita menjadikan uang dan harta kekayan paling penting ketimbang Kristus. Meninggalkan Pangilan  Kristus, demi uang, demi  harta , dan demi kedudukan duniawi semata.

 Kita diingatkan oleh firman Tuhan.Supaya kita tidak  menyimpang dari pangilan dan kehendanyaknya dalam pemberitaan Injil, memiliki sikap hidup merasa cukup dengan berkat Tuhan yang ada pada kita ,  Kita tidak berniat  mengerjar  kekayaan uang dan kekayaan dunia ini yang sementara, dan mari kta tidak menjadi hamba uang namun  Menjadi Hamba Tuhan kuat, taat dan setia  dalam  Pemberitaan Injil.. ."  Amin.  Mari Kita berdoa


1 komentar untuk "UANG DAN KEJAHATAN"