Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lihatlah Anak Domba Allah

Lihatlah Anak Domba Allah


Yohannes 1:29-37

Intro.

Istilah “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Dunia” ini berbicara kepada tiga kelompok masyarakat:

Kepada orang Yahudi: 

Berbicara soal dosa, dan tuntutan hukum taurat melalui korban. Tapi korban ini hanya untuk diri sendiri dan harus dilakukan terus menerus. Melalui Anak Domba Allah, penebusan itu hanya satu kali dan untuk semua orang.




Kepada orang Yunani.

Istilah Anak Domba Menghapus Dosa Dunia, juga berbicara kepada mereka. Umumnya orang Yunani juga memberikan korban persembahan dewa-dewi yang menguasai kosmos. Orang Yunani harus terus-menerus setiap tahun atau setiap bulan memberikan persembahan ini. Namun persembahan ini hanya untuk individu-individu yang memberikan  persembahan. Kepada kita sekalian pada hari ini.

Yohannes pembaptis mengatakan bahwa Yesus Anak Domba Allah  yang menghapus (Takes Away) dosa dunia ini merefleksi kitab Mazmur 103:8-14, dan Yesaya 53:6-12:


1. Merefleksi Mazmur 103:8-14, mengenai kuasa penebusan dosa. Dosa itu dihapus secara permanen, sekali untuk selamanya, sehingga tidak diperlukan persembahan korban terus menerus seperti yang dilakukan oleh para imam. Penghapusan dosa temporer menjadi permanen. Dosa itu betul-betul dijauhkan seperti Timur dari Barat, dan dibuang ke dalam tubir-tubir laut, dimana tidak seorangpun yang dapat menemukannya lagi atau dapat kembali lagi. Atau seperti debu yang diterbangkan angin, dimana dosa diserakkan, diobrak-abrik kuasanya. Penghapusan dosa secara permanen adalah karya dari Anak Domba Allah, Kristus mati disalib, satu kali untuk selama-lamanya.


Istilah kosmologi ini digunakan oleh Yohannes merefleksi perkataan dalam bahwa penghapusan dosa itu bersifat universal bukan untuk individu tertentu, karena dosa itu telah mencapai kosmos. Kristus mati untuk semua bangsa bukan hanya untuk orang Yahudi.

Jadi baik orang Yahudi maupun orang Yunani, dan bahkan kita semua disini, mendapatkan anugerah yang sama dengan cara yang sama, yakni korban Anak Domba Allah. Pagi ini kita melihat 3 (Tiga) pengertian dari seruan Yohannes Pembaptis mengenai “Lihatlah Anak Domba Allah”  dan maknanya bagi orang percaya;




2. Merefleksi Yesaya 53:6-12.

Istilah “Anak Domba”, ini diambil dari PL, dimana domba adalah binatang yang dipersembahkan untuk pengampunan dosa dalam kehidupan umat Israel. Disini membayangkan bahwa dosa menuntut korban, harga yang harus dibayar. Jadi umat Israel melihat penebusan dosa melalui korban binatang yang dibawa secara pribadi di hadapan imam.

Dalam kitab Yesaya 53:6-12, makna rohani “domba” itu dijelaskan. Orang berdosa adalah bagaikan domba yang tersesat dan Dia mengambil simbol domba itu dari kita untuk menggantikan tempat kita yang harus menerima hukuman. Yesus dengan rela menanggung semua beban dan perbuatan dosa yang bukan Ia perbuat.

Yesaya 53:6-12, Yesus mengambil identitas domba atau simbol domba dari kita, hanya perbedaannya adalah kita ini domba yang sesat, tapi Yesus “Anak Domba Allah”, tidak tersesat.  Disini terdapat dua arti:

Yang pertama Yes.53:6, Yesus mengambil tempat hukuman kita. Kita yang seharusnya dihukum, tapi ia menggantikan kita. “Ia mati ganti kita”. Anak Domba Allah” menjadi korban  penghapus dosa.

Yang kedua, Yes. 53:7, Yesus mewakili orang-orang yang teraniaya, tertindas, oleh ketidakadilan, diskriminasi, yang tidak dapat dan tidak boleh membela diri sedikitpun. Apabila mereka membela diri, maka konsekwensi itu akan mereka terima, mereka akan dikucilkan, dikeluarkan dari masyarakat, dikurangi makanannya, dipenjarakan dan makin dibenci. Akibatnya ada banyak mereka telah menelan pil pahit dengan tidak rela, seperti Yesus meminum “anggur bercampur empedu”. Bahwa Dia tidak bersalah, harus mengaku dengan sukarela bahwa ia bersalah, Dia tidak berbuat jahat, harus mengaku berbuat jahat. Pada waktu Yesus di kayu salib ini saya percaya Ia sempat membaca surat kaleng yang penuh dengan makian, olokan, fitnahan, tanpa perlu tahu siapa yang menulis surat kaleng tersebut. Karena ada banyak ahli-ahli dan tokoh-tokoh agama yang  membenci Yesus dan mengadakan siasat-siasat keji dan menumpahkan amarah dan kecemburuan mereka melalui surat tanpa penulis. Kalau pun Ia tahu siapa penulisnya, Iapun dipaksa mengakui bahwa si penulis keji itu adalah orang suci dan benar. Di depan salib Yesus, si penindas, si koruptor, si  penipu, si pencuri, si perampok, dapat dengan senyum, mengaku bahwa ia berbuat kebenaran dan kebajikan. Tapi di depan manusia keji ini Yesus berdoa: “Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka  tidak  tahu apa yang mereka perbuat” ?


Jadi , gambaran Anak Domba Allah dilihat dengan iman dari dua sisi: Sisi dimana Ia menjadi korban itu sendiri bagi orang berdosa, sisi dimana Ia mewakili semua orang yang teraniaya tanpa alasan bersalah.


      3.  Merefleksi Mazmur 89, mengenai kasih setiaNya yang kekal.

Kalau kita membaca ayat 30 dalam bahasa Inggris, adalah berbunyi sbb: 

“A man  who comes after me, has surpassed me”, ……He was before me.

Yesus ada sebelum aku, datang sesudah aku, dan melampaui aku.

Yesus mempunyai rencana bagi keselamatanku, kemudian datang menebus aku, dan melaksanakan rencanaNya yang indah dalam seluruh kehidupanku di depan. Kehidupanku yang lalu penuh dosa telah diampuni, kini ia memulai lembaran yang baru.

Semua rencanaNya ini tidak diketahui dan tidak dikenal oleh oleh umatNya, tapi telah digenapiNya dan dinyatakan kepada umatNya (31).


4. Merefleksi kitab Yoel 2:28-29, tentang pencurahan Roh Kudus setelah Yesus kembali ke sorga untuk memperlengkapi orang percaya bagi misi dunia ini. Apa yang dilakukan oleh Yesus di kayu salib untuk penebusan dosa dunia telah selesai, namun berita penebusan itu harus disampaikan ke ujung-ujung dunia dimana Kristus telah mati untuk mereka. Untuk itu Roh Kudus akan dicurahkan untuk tugas tersebut. Setiap orang yang mengalami kuasa penghapusan dosa dari Anak Domba Allah, diatasnya juga Roh Kudus itu hinggap, bertakhta, berkuasa, sehingga melahirkan hidup yang dinamis untuk membawa jiwa-jiwa bagi Kristus. Diatasnya Roh Kudus memberikan karunia-karunia untuk tugas-tugas pelayanan rohani.

Identitas dan integritas Roh Kudus itu nampak dalam kehidupan orang percaya apabila, orang tersebut menerima penebusan oleh Anak Domba Allah.


Kesimpulan.























Posting Komentar untuk "Lihatlah Anak Domba Allah"